“Beranda Surga perubahan bagi pemuda”

                                                       exp-rainbow-main                                        “Siapapun akan menampik bahwa surga ada di dunia?”. Surga adalah suatu tempat tertinggi yang tak ada derajad lain selain dari surga tersebut. Maka, adalah seorang manusia yang berani mengartikan semua itu kedalam alam berfikirnya, bagaimana manusia dapat melalui dan mengartikan perjalanan hidup dan bukan membuang energi dipelataran dunia yang sesaat. “Memberi arti” bukan sekedar mengalirkan hidup dan memaknai namun hakikinya adalah bagaimana kita berbuat hal yang belum kita lakukan hingga bertambahnya kadar ilmu dan pencapaian yang mengokohkan kehidupan kita. Berteduh pada doa, usaha, dan menyerahkan hasil apapun kepada Alloh semata. Bagaimana kita bisa memberi arti kehidupan tanpa kita berbuat yang baik, dan selalu bertambah daripadanya. Apa yang bisa kita maknai di dunia fana ini kecuali polah tingkah kita, “pitutur-pitutur” (baca: kata-kata) memang nantinya akan menyangkut karya, rasa, karsa itu sendiri. Alloh menciptakan manusia ke dunia dalam keadaan yang merugi (ingat al-kautsar kawan?), untuk itu manusia diperingatkan agar selalu merevisi hidupnya agar tidak tergolong dalam orang merugi. Bertambah umur manusia seharusnya memantapkan dirinya dalam pengarungan samudra kehidupan, bertambahnya umur semestinya ia bisa memulai menyemai ilmu seusai mendalaminya, bertambahnya umur seharusnya manusia bisa memetik nikmat atas perjuangannya.

Manusia yang buruk adalah yang tak bisa memberi makna hidup setelah apa-apa yang diperbuatnya, dan yang paling buruk adalah tidak tahu bagaimana memaknai hidup dan bagaimana menjalaninya. Penulis sebagai pemuda mengajak para manusia-manusia muda untuk ikut memberi ruang di dalam alam fikiran untuk masalah ini. Sifat-sifat manusia muda di ladang kehidupan menjadi harapan tergarapnya lahan yang usang ditinggal pendahulunya, namun terkadang tidak diikuti tersedianya manusia-manusia muda yang siap daripada jumlah bagaian-bagian yang ditinggalkan para pendahulunya dan ini yang dinamakan regenerasi parsial. Kita harus menenggelamkan hal tersebut bukan?.

Sepucuk surat cinta dari Tuhan tercecer di suatu negeri yang bernama Indonesia, guratan-guratan firman (baca : Qur’an) yang tak tergantikan oleh syair-syair para pujangga, menjadi kusam tak terjamah oleh tangan manusia. Kenapa kita melupakan hal tersebut? Sudah saatnya kita tak berpihak pada Ideologi tai kucing, faham-faham najis, fanatik kepada hal yang memenjarakan kita pada egoisme masa lalu atau lebih parah lagi kita tak bisa keluar daripadanya, parah bukan kawan?. Sahabat muda sekalian, boleh saja padi dari tempat lain ditanam di ladang kita, dan hidup di atasnya. Namun kita harus mengetahui sebenarnya ladang (kitalah) yang membuat padi itu tumbuh subur. Tiap idelogi punya nilai landasan, dan suatu bangsa punya landasan nilai. Cara pandang kita adalah menjadi tanah dan potensi-potensi dari luar adalah menjadi padi yang akan ditanam. Kita harus mengetahui kelebihan dan nilai-nilai yang patut kita pegang.

Manusia muda menjadikan potensi-potensi yang masuk dalam negeri ini sebagai potensi yang berguna, mengambil kebaikan dari kekurangan, mencontoh sikap air yang dapat memenuhi ruang atau meratakan dimensi ruang yang ada. Menjadikan angin kekuatan walau tak terlihat mata, bisa jadi yang tak terlihat secara fisik adalah kekuatan di balik kekuatan yang besar. Bangsa ini menunggu perubahan dari berbagai hal, siapa yang akan menjadi Hatta dalam perekonomian bangsa ini? Siapa yang akan menjadi Soekarno dalam menjalankan heroiknya pemimpin? Siapa lagi yang akan menjadi Soedirman dalam mengatur strategi perang? Siapa lagi yang menjadi Kartini dalam progresifitas pemikiran kaum perempuan? Siapa lagi?. Ini saatnya menyudahi masa paceklik itu, dan menggantikannya dengan masa regenerasi dalam berbagi hal. Ini saatnya mengatakan “tidak!” pada keterbatasan peradaban buntu dan tercabik-cabiknya isu-isu pada masa ini. Berbuat hal yang baik memang mendapat tantangan yang bermacam dan tidak sedikit yang berfikir apa yang kita lakukan adalah sesuatu yang “konyol”, namun itu adalah bentuk ujian dimana konsistensi kita diuji. Hal yang paling melegakan adalah semakin banyak yang akan berpihak ditempat kebaikan bersemayam daripada ditempat dimana keburukan berada, suatu jaminan jika kita berbuat sesuatu kebaikan dalam bentuk “perubahan” yang seperti saya gambarkan maka pendukung kita-pun akan semakin banyak daripada yang memandang sebelah mata. Bukankan itu suatu bentuk energi yang kita butuhkan untuk “mendongkrak” upaya yang telah kita rintis?, dan tak usahlah kawan hiraukan cemooh-cemooh itu.

Alloh menjanjikan kepada tiap manusia, perempuan atau laki-laki tak berbeda. Menyusun metafora-metafora bagi kehidupannya, mengarungi dan memaknai perjalanan dengan sebaik-baiknya. Jika kita paham atas semua itu seolah-olah kita telah memesan suatu beranda Surga, dimana tak kenal rasa kecewa dan kekurangan. Tak ada kenikmatan yang terhenti, tak ada syukur yang terbendung. Jika kita terus berupaya dan selalu merevisi hidup dengan membuat suatu perubahan yang berarti untuk kehidupa kita. Di penghujung jalan ini, dimana kita tak mampu lagi bersuara, ketika suasana seketika menciut sunyi yaitu ajal yang dapat memisahkan kita dari realitas kehidupan. Kita akan memasuki Surga seutuhnya, kawan. Amin..

***tulisan ini ditulis disiang hari sembari menghabiskan waktu menunggu hujan reda ***

 

Di bawah langit Jogja, 5 Safar 1430 H/ 31 Januari 2009

4 Responses

  1. Tujuan hidup manusia adalah surga…

    Mengapa manusia melakukan kemaksiatan, karena dia menganggap bahwa kemaksiatan yang dilakukannya adalah surga yang sesuangguhnya. Sebagai contoh “Zina dianggap sebagai surga dunia”

    Hanya manusia beriman yang tidak merasa nikmat dengan kemaksiatan, karena nikmat dari maksiat masih jauh lebih kecil dari nikmat surga yang sebenarnya…

  2. Terimakasih u abdul syair…Tengkyu feri much.telah berkunjung diblog sya, yg bru berumur 1 hari. Saran-kritik sy dambakan demi perbaikan u diri sy, memang maya-maya dunia menghalangi penglihatan kita di dunia, dan yang paling salah adalah penglihatan itu kadang identikan dengan panca indera, padahal semua hal bermula dari h-a-t-i. Dlm diri seseorang ada 3 kekuatan ; hati-pikiran-ego, tinggal mana yg kita pilih?tetap saja kita harus memihak pd kebaikan, yg berawal dr hati. Ingat kadang kita kecewa karena suatu pilihan hidup, karena kita salah memilih. “hidup itu terasa sempit jika kita lewati bersama pilihan-pilihan yang salah”.

  3. saya juga suka pelangi..karena pelangi itu indah..

    walau saya lelah mencari pelangi…

    hmm..

    tapi…..ada yang pernah bilang..

    “jangan pernah berhenti mencari pelangi! karena pelangi itu sumber keceriaan..”

    salam kenal…

    visit my multiply yach!

  4. terimakasih mbak sunflower…wah beribet nyebutnya,,hehehe..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: