Modernisasi (Sosial-Pembangunan)

              Perkembangan segala bidang telah merubah kehidupan manusia menjadi manusia yang berpengetahuan luas, berfikir kritis atas masalah – masalah yang timbul bahkan telah membuat penemuan – penemuan yang digunakan untuk kesejahteraan umat manusia. Tidak dipungkiri bahwa modernisasi telah membuat suatu perubahan yang sangat besar dalam seluruh aspek kehidupan, mulai dari supra struktur yaitu sistem perekonomian, politik, kebudayaan sampai tatanan lainnya telah mengalami modernisasi. Disamping itu dari infra strukrurpun juga telah mengalami hal serupa bahkan substruktur di dalamnya telah menjadi kritis karena modernisasi yaitu para organisasi – organisasi sosial hingga rumah tangga yang menjadi faktor pembentuknya. Masalah perekonomian semakin maju baik dilihat dari aspek perekonomian makro maupun aspek mikro, banyak kebijakan timbul menjadi indikator telah terjadi pergolakan perekonomian, hal serupa telah terjadi dalam segi perpolitikan, kebudayaan dan sejumlah aspek lainnya.

Jika kita melihat dari aspek manusianya tentu telah difahami bahwa manusia adalah subyek aktif maupun pasif dalam hal modernisasi tersebut, artinya manusia bisa aktif mengubah sesuatu menjadi lebih maju, atau pasifnya manusia menjadi subyek pasif yang dipengaruhi aspek diluarnya. Dapat kita ambil ambil pengertian bahwa manusia menjadikan modernisasi di segala bidang untuk mencapai kemakmuran dan ini menjadi inidikasi mengapa manusia terus menerus mengubah cara pandang yang kritis dalam segala aspek kehidupan. Jika kita melihat dari sudut pandang modernisasi nonfisik, maka kita akan tertuju pada semua fasilitas yang telah muncul akibat modernisasi. Semua pengetahuan mengenai modenrnisasi hanya difahami oleh negara maju saj, bagi negara yang sedang berkembang sulit untuk mengimbangi hal itu. Di Negara – Negara yang sedang berkembang sebagai contoh Indonesia, patut kita untuk menanyakan sesuatu hal yang penting yaitu mampukan Negara – negara seperti Indonesia mampu mengikuti perkembangan Negara maju ?, tentu kita dapat menilai tidak mudah bagi negara berkembang untuk mengikuti percepatan Negara maju tersebut. Negara kita begitu banyak sumber daya yang dieksploitasi secara langsung maupun tidak tentunya Negara kita tidak mempunyai bekal untuk mengikuti hal itu, karena dilihat dari sumber daya manusianya kita telah kalah. Eksploitasi yang paling kita sayangkan adalah banyak dari tempat penambangan dikelola oleh pihak asing, laba terus saja mengalir ke luar negeri sedang Negara kita krisis yang berkepanjangan. Ironis sekali nasib Negara – Negara yang tidak mengikuti percepatan modernisasi yang telah berjalan. Memang modernisasi mengarah pada kemanfaatan, pemberdayaan, kemakmuran umat manusia. Semua negara menginginkan kemjuan disegala bidang namun cukup sulit mengingat hambatan yang ada. Oleh karena itu modernisasi dari suatu Negara harus jelas tujuan dan arahnya sehingga tercipta konsep yang jelas ke mana suatu Negara berkembang. Arah itu sendiri harus singkron dengan ciri suatu Negara, misalnya Negara Indonesia diarahkan pada dunia industri maka harus ada faktor – faktor yang mendukung untuk merealisasikan ke arah tersebut. Sebagai contohnya sumber daya manusianya telah ada dan terlatih, terdapat sumber daya alam, dan terdapat suatu sistem yang secara luas mengatur perkembangan menuju perindustrian. Namun satu pertanyaan yang terbesit dibenak kita yaitu ‘apakah kita mempunyai semua faktor tadi?’, kebalikannya justru hambatan maupun SDM,SDA atau pemerintah sendiri.

Dilihat dari segi positifnya, modernisasi sangat membantu dalam pencapaian suatu tujuan tertentu, modernisasi dalam bidang telekomunikasi dapat kita pergunakan untuk menjalin hubungan jarak jauh tanpa biaya yang mahal,missal SMS,3G yang telah disediakan bagi masyarakat untuk dipergunakan. Modernisasi dalam bidang transportasi mempermudah kita untuk bepergian dan modernisasi yang lain yang membanrtu kita. Tetapi dari modernisasi itu apakah kita ketahui hanya membawa manfaat saja?, ternyata tidak, modernisasi secara luas ternyata juga memberi dampak negatif. Terlebih bagi para generasi muda kita adalah sasaran empuk jika kita tidak berhati – hati dalam menggunakan semua modernisasi dalam bentuk apapun. Penyalahgunaan modernisasi kerap terjadi baik dalam lingkup telekomunikasi, transportasi, sistem pemerintahan dan hal lainnya.

Setidaknya kita semua dapat faham bahwa modernisasi sangat membantu umat manusia dalam berkehidupan. Modernisasi harus dibarengi dengan bekal dari sisi SDM yang bermoral untuk menjalankannya. Modernisasi bukan hanya memajukan aspek kehidupan saja, modernisasi juga dituntut dari segi manusianya. Untuk itu terciptanya kehidupan yang modern perlu percepatan untuk meraihnya, dan apa yang telah kita dapatkan sekarang ini dimanfaatkan untuk masa yang akan datang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: